weLcoMe to maii bLog....

..teRkadaNg hidUp tag sePeRti yaNg qita haRapkaN naMun daRi situLah qiTa haRus beLajaR meMaknai na..

d'kopLaxz pLendt

d'kopLaxz pLendt
=haNg oUt bRng=

Senin, 26 Maret 2012

.aq di sini,duduk trdiam brsama serpihan perihku.Sakit qu mngingat saat qm di'sisiku.Dulu,qm mmberi qu sbuah snyuman yg blm pnh qu dptkan sblm na.Rasa itu terukir dlm dgn indah.Tpi tak qu sangka,rasa sayang yg slama ini kau beri hnyalah kbahagiaan yg semu.Kau mengagungkan ssuatu yg kau sebut cinta dgn topengmu,yg dibaliknya tersembunyi sribu bilah pisau yg siap menyerang qu dan menusuk jantungku.Atas nama cinta,kau bersandiwara d'dpn qu.Saat kau brcerita tntng peran baikmu dlm sandiwara yg brbeda.Begitu lihai kau mrangkai kata dan mengucap janji manis yg sngat indah trdengar.Awalnya aq bisa mengabaikan semua rayuan manismu,tapi kau memang takmau menyerah.Bgaimnapun juga aq seorang wanita yg slalu trbawa prasaan, akhirnya hatiku luluh saat kau
berkata "Kaulah pelabuhan cinta terakhirku…" waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuat qu terjatuh dan tak sadarkan diri lagi.Bodoh aq yg
percaya dgn ucapanmu.Kau membuatku berkorban
hanya untk dirimu.Diam-diam kau menusukku dari belakang dgn belati dibalik topengmu yg terukir indah.Kata-kata cinta yg kau beri racun,mbuat qu tidak menyadari sakit yg begitu dlm.Apa kau masih menjunjung tinggi janji yg pernah
kau berikan untuk qu? Janji bahwa kau takkan pernah
meninggalkan qu...

Lukisan hatimu masih tetap tersimpan di dalam


rumah kalbuku, sama halnya dengan guratan


pena cinta itu, masih berada di kotak relung yang


sama.


Sebelum fajar merekah, kuberanikan diri untuk


kembali membuka tiap gores kanvas cinta dan garis pena hatimu, dan apa yang kutakutkan


sebelumnya tidaklah terbukti.


Warna-warna pelangi hati masih tetap seperti


dulu, tak meluruh sedikitpun. Dan garis-garis


pahatan rasa-mu masih terbentang kokoh.


Kiranya, ini saatnya aku kembali berdiri dengan sebuah jawaban di lenganku dan tujuan di


pergelangan kaki ku, untuk aku mampu berjalan


melangkah.


Meski sejuta ragu terus menghinggap benakku.


Dan Aku tahu,ini tak akan mudah buat ku. Karena


rasa itu masih terus manyalakan percik-percik udara segar dan terus mengalirkan gemericik


aliran rasa.


Dan aku tau, pilihanku ini akan menusuk tepat


kedalam denyut nadimu, perih dan membuat


dirimu seolah ingin balik menghujam seribu bilah


pisau ke arahku. Aku mengerti itu…dan aku tak kuasa untuk menoleh kembali…Bantu aku untuk


menggapai secercah kilau cahaya kunang-kunang


malam..


Aku memilih untuk terus berjalan, dan memilih


untuk terus menyimpan lukisan hati dan goresan


pena cintamu..disini…di kotak yang paling dalam dan aman, dimana tak seorangpun mampu


menyentuhnya selain aku…dan hangatnya masih


terus terasa…disini, tepat di relung sukmaku.